Bulukumba, indofokus.com
3 Juni 2025 –
Pembangunan sektor pertanian di Indonesia menjadi faktor utama dalam mendorong ketahanan pangan, sebagaimana visi misi Presiden Prabowo Subianto. Namun, di tengah upaya meningkatkan produksi pertanian, akses menuju lahan pertanian masih menjadi kendala serius bagi para petani di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Di Desa Bonto Baji, Kecamatan Kajang, sebuah jembatan yang menghubungkan masyarakat tani dengan lahan pertanian mereka telah runtuh hampir satu tahun yang lalu. Jembatan menuju Kadieng ini merupakan akses sentral yang sangat vital bagi para petani untuk mengangkut hasil pertanian dan menuju ke lahan pertanian mereka.
Keruntuhan jembatan ini disebabkan oleh putusnya tali pembesian yang menopangnya. Akibatnya, para petani terpaksa menyeberangi sungai yang deras dan berisiko tinggi, terutama saat musim hujan seperti sekarang. Aliran sungai yang tiba-tiba deras dapat membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak dan lansia yang sering menyeberangi sungai.
“Pemerintah setempat perlu segera memperbaiki jembatan ini demi keselamatan dan kenyamanan warga. Pertanian adalah mata pencaharian utama masyarakat Kajang, dan tanpa akses yang memadai, produktivitas dan kesejahteraan kami terancam,” kata Agus, Warga setempat.
Kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Kajang. Perbaikan jembatan ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah setempat diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan ini dan memulihkan akses pertanian yang vital bagi masyarakat setempat.
Dengan perbaikan jembatan ini, diharapkan masyarakat tani dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman, serta meningkatkan produksi pertanian yang pada akhirnya akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat setempat.
(Yuli)